SISTEM INFORMASI PENGADUAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

...

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)



Tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh SUAMI, ISTRI, maupun ANAK yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam Pasal 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 TENTANG kekerasan yang berakibat timbulnya kesengsaraan/penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, bentuk kekerasan yang harus dihapus dalam rumah tangga.

BENTUK - BENTUK KDRT

...

HAK-HAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku dalam kekerasan rumah tangga, dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga. Pasal 1 Ayat 2 UU no 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.


HAK MEMPEROLEH PERLINDUNGAN

Korban KDRT berhak ata perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya baik perlindungan sementara maupun berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan.


HAK MEMPEROLEH LAYANAN KESEHATAN

Korban berhak memperoleh layanan kesehatan sesuai dengan standar profesi medis, memperoleh visum et repertum yang dibuat atas permintaan penyelidik kepolisian atau surat keterangan medis yang memiliki kekuatan hukum yang sama sebagai alat bukti. Pelayanan kesehatan dilakukan di sarana kesehatan milik pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat.


HAK MEMPEROLEH PENANGANAN SECARA KHUSUS BERKAITAN DENGAN KERAHASIAAN

Jika diperlukan identitas korban bisa dirahasiakan.


HAK MEMPEROLEH PENDAMPING OLEH PEKERJA SOSIAL DAN FASILITAS RUMAH AMAN

Korban berhak menerima konseling untuk menguatkan dan memberikan rasa aman bagi dirinya. Korban berhak atas rumah aman atau tempat tinggal alternatif. Pelayanan dilakukan di rumah aman milik pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat. Korban berhak didampingi pekerja sosial di tingkat penyelidikan penuntut atau tingkat pemeriksaaan.


HAK MEMPEROLEH BANTUAN HUKUM

Korban berhak didampingi pengacara di tingkat penyelidikan, penuntutan, dan pemeriksaan dalam sidang pengadilan dan membantu korban untuk secara lengkap memaparkan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya.


HAK MEMPEROLEH PELAYANAN ROHANI DAN PEMULIHAN

Korban berhak memperoleh layanan pemulihan dari : tenaga kesehatn, pekerja sosial, relawan, pendamping, dan/atau pembimbing rohani.


Hak-hak korban tersebut ada dalam :
Pasal 10 UU no 23 Tahun 2004

Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan

Peraturan Pemerintah no 4 Tahun 2005

Tentang penyelenggaraan dan kerjasama pemulihan korban KDRT